Sabtu, 09 Mei 2015

ilmu sosial dan budaya "Manusia keragaman dan kesejaterahan






MAKALAH

“ILMU SOSIAL DAN BUDAYA”
“MANUSIA KERAGAMAN DAN KESEJAHTERAAN”
                                                                                                             
















Dosen Pengampu :

‘AINUL MASRUROH SH.I M.HUM

Oleh:

1.      Musdhalifatus Sholihah
2.      Nadhif Intihayah
3.      Novi Indah Riskil Kabirroh
4.      Nur Amaliatul Khasanah
5.      Nur Kholifatun Nisa’




UNIVERSITAS ISLAM DARUL ULUM LAMONGAN
FAKULTAS AGAMA ISLAM
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
2015




KATA PENGANTAR
                                                       
Puji  syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan karunia-NYA kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini dalam bidang Teknik Penulisan Karya Ilmiah yang bertemakan  “ MANUSIA KERAGAMAN DAN KESEJAHTERAAN ” . Mungkin dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi penulisan, isi dan lain sebagainya. Maka kami sangat mengharapkan kritikkan dan saran guna perbaikan untuk pembuatan makalah di hari yang akan datang.
Demikianlah sebagai pengantar kata, dengan iringan serta harapan semoga tulisan sederhana ini dapat diterima dan bermanfaat bagi semua pembaca. Khususnya bagi mahasiswa-mahasisiwi Fakultas Keguruaan dan Ilmu Pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengembangan keterampilan kependidikan demi terciptanya pendidik professional.
Atas semua ini kami mengucapkan terimakasih bagi segala pihak yang telah ikut membantu dalam menyelesaikan makalah ini.



Lamongan, 8 Maret 2015



Penulis










i
DAFTAR ISI


Kata Pengantar.......................................................................................................    i
Daftar Isi................................................................................................................     ii

BAB I  PENDAHULUAN...................................................................................    1
Latar Belakang ……………………………………………………………….....      1
Rumusan Masalah.................................................................................................      2
Tujuan Masalah ....................................................................................................      2

BAB II PEMBAHASAN....................................................................................      3
A.    Keragaman …………………………………….......................................      3
B.     Kesejahteraan ......................………………………………………….....      5
C.     Tingkat kesejahteraan masyarakat …………………………...................      5
D.    Hubungan manusia keragaman,dan kesejahteraan...................................       6
BAB III PENUTUP.............................................................................................     8
A.    Simpulan ……………………………………………………………......      8
B.     Saran ........................................................................................................      8
Daftar Pustaka…………………………………………………………………...     9




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari berbagai suku dan ras. Oleh sebab itu peran Masyarakat dalam menjaga keragaman sangatlah penting. Untuk bisa menjaga diri dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Sebagaimana yang diajarkan dalam tuntunan agama-agama bahwa derajat dan martabat manusia bukan terletak pada harta, tahta, dan jabatan, melainkan berada pada pundak masing-masing individu dalam menjaga kehormatan diri dihadapan tuhan maupun sesama manusia. Disinilah peran penting masyarakat untuk bisa menjaga diri serta menyadari sebagai sesama manusia.
Keragaman merupakan kenyataan dalam kehidupan masyarakat. Keragaman merupakan salah satu faktor utama yang dialami masyarakat dan kebudayaan di masa silam, kini dan di waktu – waktu yang akan datang. Sebagai fakta, keragaman sering ditanggapi secara berbeda oleh semua masyarakat. Di satu sisi diterima sebagai kenyataan yang dapat memperkaya kehidupan bersama, tetapi di sisi lain dianggap sebagai factor penyulit. Keadaan masyarakat Indonesia pada saat ini dirasakan masih sangat memprihatinkan.Banyaknya masyarakat yang belum mendapat kesejahteraan yang layak untuk keberlangsungan hidupnya menjadi salah satu bahasan utama dalam makalah ini.Minimnya lapangan pekerjaan, pembangunan yang tidak merata dan kepadatan penduduk di masing – masing daerah menjadi salah satu contoh penyebab banyaknya pengangguran di Indonesia.
Rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM), masih belum bisa mengembangkan potensinya terhadap SDA yang ada, sehingga SDA yang kita punya belum dapat diolah sendiri. Hal itu disebabkan rendahnya mutu pendidikan yang ada di Indonesia.


B.     Rumusan Masalah
Dari pemaparan latar belakang diatas terdapat rumusan masalah yang selanjutnya akan kami bahas pada makalah ini, yaitu :
1.      Apa yang dimaksud dengan keragaman ?
2.      Apa definisi dari kesejahteraan ?
3.      Bagaimana hubungan manusia, keragaman dan kesejahteraan ?

C.    Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui definisi keragaman manusia
2.      Untuk mengetahuidefinisi dari kesejahteraan
3.      Untuk mengetahuihubungan manusia, keragaman dan kesejahteraan





BAB II
PEMBAHASAN
A.    Keragaman
Kata keberagaman dapat diartikan kebermacaman atau bermacam-macam. Keragaman adalah suatu keadaan masyarakat yang didalamnya terdapat perbedaan dalam berbagai hal.[1]
Keragaman merupakan kenyataan sekaligus keniscayaan dalam kehidupan masyarakat. Keragaman merupakan salah satu realitas utama yang dialami masyarakat dan kebudayaan di masa silam, kini dan waktu yang akan datang. Sebagai fakta, keragaman sering ditanggapi secara berbeda oleh semua masyarakat. Di satu sisi diterima sebagai kenyataan yang dapat memperkaya kehidupan bersama, tetapi di sisi lain dianggap sebagai factor penyulit.Keragaman bisa mendatangkan manfaat yang besar, namun juga bisa merugikan masyarakat itu sendiri, jika tidak di kelola dengan baik.
Keragaman adalah kondisi dimana di dalamnya terdapat berbagai perbedaan ras, agama dan keyakinan.
Keragaman adalah perbedaan yang indah, sehingga dalam keragaman kita harus berpikir keindahan yang sangat unik. Karena jika kita tidak melihat suatu perbedaan kita tidak akan melihat suatu keindahan karena tidak ada perbandingan.Sayang banyak individu melihat perbedaan atau keragaman yang berbeda di sekitar mereka adalah sesuatu yang salah.Seharusnya mereka dapat berpikir bagaimana kita dapat menilai sesuatu jika kita tidak dapat membandingkan sesuatu. Aneh tapi itulah kenyataan, kita akan mengerti sesuatu itu indah, itu baik, itu bagus ketika kita sudah menemukan sesuaatu pembanding untuk membandingkan sesuatu yang kita nilai.  Oleh sebab itu marilah kita berpikir keindahan saat kita menemukan perbedaan sehingga kita dapat memberikan sesuatu yang berarti dalam kehidupan kita.Dan itulah hakikat dari keragaman dan perbedaan.

Unsur-unsur Keragaman
Unsur Keragaman yang merupakan sumber kekayaan bangsa dan sekaligus menjadi sumber kerawanan timbulnya konflik tersebut dapat digolongkan menjadi 2:
1.      Lingkupnya bersifat umum misalnya suku bangsa, ras, politik, adat, dan kesopanan.
2.      Lingkungan yang bersifat pribadi misalnya perilaku seseorang, minat seseorang, cita-cita seseorang.
Unsur keragaman tersebut berpengaruh terhadap kehidupan manusia karena masing-masing berdampak langsung bagi terpeliharanya kesederajatan dan kemartabatan manusia.
Keragaman budaya atau cultural diversity adalah keniscayaan yang ada di bumi Indonesia, atau sesuatu yang tidak dapat dipungkiri lagi keberadaannya lagi.Dalam konteks pemahaman masyarakat yang majemuk, masyarakat Indonesia, selain memiliki kebudayaan yang didasarkan atas kelompok suku bangsa juga terdiri dari berbagai kebudayan daerah yang bersifat ke wilayahan dan merupakan pertemuan antara berbagai kebudayaan kelompok suku bangsa yang ada di daerah tersebut.[2]
Dengan adanya keragaman suku bangsa danras, serta kebudayaan yang ada, adat dan kesopanan pun menjadi beragam. Misalnya, adat dan kesopanan di Jawa tentu akan berbeda dengan adat dan kesopanan  di Papua.
Untuk menjaga keutuhan bangsa yang selama ini telah diwarisi kemampuan dalam mengelola keragaman oleh para pendahulunya maka dalam era global ini perlu kembali belajar pada masa lalu tentang bagaimana seharusnya mengelola keragaman tersebut dengan benar.Kapasitas sistem politik, hukum, ekonomi, dll.


B.     Kesejahteraan
Dalam kehidupan didunia manusia pasti membutuhkan kesejahteraan, khususnya di Indonesia ini, rakyatnya membutuhkan seorang pemimpin yang mampu mensejahterahkan.
Kesejahteraan atau sejahtera dapat memiliki empat arti :
·         Dalam istilah umum, sejahtera menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi manusia dimana orang – orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai.
·         Dalam ekonomi, sejahtera dihubungkan dengan keuntungan benda. Sejahtera memiliki arti khusus resmi atau teknikal (lihat ekonomi kesejahteraan), seperti dalam istilah fungsi kesejahteraan sosial.
·         Dalam kebijakan sosial, kesejahteraan sosial menunjuk ke jangkauan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini adalah istilah yang digunakan dalam ide Negara sejahtera.
·         Di Amerika Serikat, sejahtera menunjuk ke uang yang dibayarkan oleh pemerintah kepada orang yang membutuhkan bantuan finansial, tetapi tidak dapat bekerja, atau yang keadaannya pendapatan yang diterima untuk memenuhi kebutuhan dasar tidak berkecukupan. Jumlah yang dibayarkan jauh dibawah garis kemiskinan, dan juga memiliki kondisi khusus, seperti bukti sedang mencari pekerjaan atau kondisi lain, seperti ketidakmampuan atau kewajiban menjaga anak, yang mencegahnya untuk dapat bekerja. Di beberapa kasus penerima dana bahkan diharuskan bekerja, dan dikenal sebagai workfare.

C.    Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Indonesia
Tahun demi tahun, pemerintah telah silih berganti, namun pertanyaan yang patut terlontarkan, sudah sejahterakah rakyat di negeri ini? pertanyaan tersebut patut dikemukakan sebab hampir di setiap rezim[3] pemerintahan, jargon kesejahteraan selaku diusungnya. Bahkan  haltersebut selalu digunakan untuk membius pikiran dan keinginan rakyat agar selaras dengan kemauan pemerintah.
Bagi pemerintah ketika pertanyaan tersebut terlontar mungkin akan menjawab sudah, namun bagi sebagian masyarakat akan menjawab belum.
Lalu apa sebenarnya parameter atau indikator kesejahteraan. Banyak teori untuk menilai kesejahteraan rakyat, salah satunya adalah Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM), atau indeks kesejahteraan masyarakat. Berkaitan dengan IPM ini UNDP di bawah bendera PBB mencantumkan tiga indicator yaitu pendidikan, kesehatan dan daya beli mayarakat.Artinya tinggi rendahnya tingkat kesejahteraan rakyat, tergantung pada tiga hal ini, bila sebagian besar sudah terpenuhi ketiganya berarti tingkat kesejahteraan di Negara tersebut cukup tinggi.

D.    Hubungan Manusia, Keragaman dan Kesejahteraan
Manusia dalam kehidupan sehari - hari selalu berkaitan dengan konsep kesejahteraan dan keragaman.Konsep kesejahteraan biasanya dihubungkan dengan ekonomi, status sosial, dan berbagai hal lainnya yang mencirikan perbedaan – perbedaan serta persamaan – persamaan. Sedangkan konsep keragaman merupakan hal yang wajar terjadi pada kehidupan dan kebudayaan umat manusia.
Penilaian atas realisasi kesejahteraan dan keragaman pada umat manusia, khusunya pada suatu masyarakat, dapat di kaji dari unsur – unsur universal ekonomi pada berbagai periodisasi kehidupan masyarakat. Sehubungan dengan itu Negara kebangsaan Indonesia terbentuk dengan ciri yang amat unik dan spesifik.
Secara rinci keberadaan keluarga sejahtera digolongkan ke dalam lima tingkatan sebagai berikut :
1.      Keluarga pra Sejahtera (pra KS), yaitu keluarga – keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal, seperti spiritual, pangan, sandang, papan dan kesehatan.
2.      Keluarga Sejahtera I  (KS I), yaitu keluarga – keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal, tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan sosial psikologinya, seperti kebutuhan pendidikan, KB, interaksi dalam keluarga, interaksi dengan lingkungan tempat tinggal dan transportasi.
3.      Keluarga Sejahtera II (KS II), yaitu keluarga – keluarga di samping  telah dapat memenuhi kebutuhan sosial-psikologinya, tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan pengembangannya seperti kebutuhan untuk menabung dan memperoleh informasi.
4.      Keluarga Sejahtera III (KS III), yaitu keluarga – keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasar, sosial-psikologis dan pengembangan keluarganya, tetapi belum dapat memberikan sumbangan yang teratur bagi masyarakat, seperti sumbangan materi, dan berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.
5.      Keluarga Sejahtera III Plus (KS III Plus), yaitu keluarga – keluarga yang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan dasar, sosial-psikologisdan pengembangan serta telah dapat memberikan sumbangan yang teratur dan berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Dari pembahasan mengenal manusia hubungannya dengan keragaman dan kesejahteraan diatas maka dapat disimpulkan bahwa keragaman dan kesejahteraan rakyat di Indonesia belum terlaksana dengan baik. Dalam kasus kesejahteraan rakyat yang mencakup bidang ekonomi, pelayanan kesehatan untuk masyarakat (terutama masyarakat miskin), pelayanan sosial yang ada di dalam atau luar lingkup kerja dan pendidikan.
2.      Kesejahteraan di Indonesia tentang pembangunan juga belum memadai, daerah yang terpencil sekalipun belum tersentuh dengan adanya barang/benda yang modern, karena tidak adanya sosialisasi dari pemerintah setempat, untuk membangun wilayahnya agar lebih baik lagi.
Keragaman menunjukkan adanya banyak macam, banyak jenis.
3.      Keragaman manusia yang dimaksud di sini yaitu manusia memiliki perbedaan  perbedaan itu ada karena manusia adalah makhluk individu yang setiap individu memiliki ciri khas tersendiri. Perbedaan itu terutama ditinjau dari sifat – sifat pribadi, misalnya sikap, watak, kelakuan, temperamen, dan hasrat.

B.     Saran
Seharusnya pemerintah memikirkan cara lain untuk membantu menyejahterakan rakyatnya karena menurut penyusun cara pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat masih belum tepat. Pemerintah juga harus membuat lapangan pekerjaan baru, meringankan beban masyarakat yang kurang mampu, memang benar pada era sekarang pemerintah mempunyai banyak program untuk mengurangi biaya apapun untuk orang yang tidak mampu, tetapi pada prosesnya untuk hal tersebut akan dipersulit oleh pihak – pihak tertentu.
DAFTAR PUSTAKA
Husodo, 2006. Pancasila Jalan Menuju Negara Kesejahteraan. Yogyakarta
Soemardjan, S. 2005. Pancasila dalam Kehidupan Sosial. Jakarta : BP 7 Pusat.
Tukitan, Taniredja, 2009. Paradigma Pendidikan Pancasila. Jakarta : Alfabeta.
Wahyudi M Zaid. 2009. Jadikan Toleransi sebagai Modal. Artikel-artikel Islam
Sujarwa, 2010. Ilmu sosial dan budaya dasar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
                                                                                                          


[1] Sujarwo. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. 2010.Yogyakarta. Hal. 243
[2] Sujarwo. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. 2010. Yogyakarta. Hal.  244
[3] Serangkaian peraturan baik formal (misalnya : konstitusi) dan informal (hukum adat, norma – norma budaya atau sosial, dll) yang mengatur pelaksanaan suatu pemerintahan dan interaksinya dengan ekonomi dan masyarakat.