Kamis, 25 Februari 2016

metodologi penelitihan, Filsafat Ilmu, Logika ,



BAB I
PENDAHULUAN
A.         Latar Belakang
B.          Rumusan Masalah
Adapun dalam makalah ini penulis akan membahas tentang:
1.      Konsep dasar model pembelajarn kontekstual.
2.       
C.         Tujuan Masalah
ø  Untuk mengetahui pengertian dari filsafat ilmu.
ø  Untuk mengetahui pengertian dari logika.
ø  Untuk Mengetahui apa saja hubungan antara filsafat ilmu dengan logika.
ø  Untuk Mengetahui apa saja hubungan antara filsafat ilmu dengan metodologi penelitian.
ø  Untuk mengetahui apa saja hubungan antara filsafat ilmu, logika dan metodologi penelitian.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Filsafat Ilmu
B.     Logika
Secara singkat dapat dikatakan: logika adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan berfikir lurus (tepat)
            Ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan tentang pokok yang tertentu. Kumpulan ini merupakan suatu kesatuan yang sistematis serta memberikan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Penjelasan seperti ini terjadi dengan menunjukkan sebab-musababnya.
Logika juga merupakan ilmu pengetahuan dalam arti ini. Lapangan ilmu pengetahuan ini ialah azas-azas yang menentukan pemikiran yang lurus, tepat dan sehat. Agar dapat berfikir lurus, tepat dan teratur, logika menyelidiki, merumuskan serta menerapkan hukum-hukum yang harus ditepati.
Dengan menerapkan hukum-hukum pemikiran yang lurus, tepat dan sehat, kita dimaksudkan ke dalam lapangan logika, sebagai suatu kecakapan. Hal ini menyatakan bahwa logika bukanlah teori belaka. Logika juga merupakan suatu keterampilan untuk menerapkan hukum-hukum pemikiran dalam praktek. Inilah sebabnya mengapa logika disebut filsafat yang praktis.
Berfikir adalah obyek material logika. Yang dimaksud dengan berfikir di sini ialah kegiatan pikiran, akal budi manusia. Dengan berfikir manusia ‘mengolah’ dan ‘mengerjakannya’ ia dapat memperoleh kebenaran. ‘Pengolahan’, ‘pengerjaan’ ini terjadi dengan mempertimbangkan, menguraikan, membandingkan serta menghubungkan pengertian yang satu dengan pengertian lainya. Karena itu objek materi logika bukanlah bahan-bahan kimia atau salah satu bahasa, misalnya.
Tetapi bukan berfikir yang diselidiki dalam logika. Dalam logika berpikir disandangkan dari sudut kelurusan, ketapatannya. Karena itu berpikir lurus, tepat, merupakan obyel formal logika. Kapan suatu pemikiran disebut lurus? Suatu pemikiran disebut lurus, tepat, apabila itu sesuai dengan hukum-hukum serta atur-aturan yang sudah ditetapkan dalam logika. Kalau peraturan-peraturan itu ditepati, dapatlah berbagai kesesatan atau kesesatan dihindarkan. Dengan demikian kebenaran juga dapat diperoleh dengan lebih mudah dan lebih aman. Semua ini menunjukkan bahwa logika merupakan suatu pegangan atau pedoman untuk pemikiran.
C.    Hubungan Filsafat Ilmu dan Logika
D.    Hubungan Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian
E.     Hubungan Filsafat Ilmu, Logika, dan Metodologi Penelitian








BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Kritik dan Saran
Dalam penulisan makalah ini masih terdapat beberapa kekurangan dan kesalahan, baik dari segi penulisan maupun dari segi penyusunan kalimatnya dan dari segi isi juga masih perlu ditambahkan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kepada para pembaca makalah ini agar dapat memberikan kritikan dan masukan yang bersifat membangun.


DAFTAR PUSTAKA

Rabu, 24 Februari 2016


MAKALAH PENGELOLAAN KELAS
Disusun Oleh :
1.     Ana Yuliatin
2.     Dwi Susanti
3.     Nadhif Intihayah
4.     Novi Indah Rizkil K.
( SemesterIV Pagi )


UNIVERSITAS ISLAM DARUL’ULUM LAMONGAN
FAKULTAS AGAMA ISLAM
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
2016




Kata Pengantar
 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulilah,puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas berkat,hidayah,dan karunianya sehingga makalah tentang “Konsep dasar Pengelolaan Kelas”dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah Nabiullah Muhammad SAW.
Penyusunan makalah ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliahPengelolaan Kelas.Dalam penyusunan makalah ini penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada Muchammad Suradji,M.Pd.I selaku dosen pengampu mata kuliah Pengelolaan Kelas dan kepada pihak-pihak yang memberikan motivasi dalam upaya penyelesaian makalah ini. Namun demikian,dalam penyusunan makalah ini penyusun menyadari bahwa tidak menutup kemungkinan dalam makalah ini masih terdapat kekurangan-kekuranganya,untuk itu penyusun mengharapkan masukan dan saran bagi pihak-pihak yang mempelajari makalah ini demi keberhasilan yang lebih baik lagi untuk waktu yang akan datang. Karena penyusun menyadari bahwa segala kekurangan itu datangnya dari kita sendiri sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan jika terdapat kelebihan, semua itu tentu karena kehendak Allah SWT. Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi semua khususnya penyusun. Aamiin.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Lamongan , 21 Februari 2016


Penyusun


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR                                                                                           i
DAFTAR ISI .......................................................................................................  ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    LatarBelakang                                                                                            1
B.     RumusanMasalah                                                                                       1
C.     TujuanPenulisan  ...................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Pengelolaan Kelas  ................................................................. 3
B.     Jenis – Jenis Pengelolaan Kelas                                                                  4
C.     Tujuan Pengelolaan Kelas                                                                          5
D.    Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pengelolaan Kelas.......................... 6
E.     Pengelolaan Kelas yang Efektif                                                                 8
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan................................................................................................ 10
B.     Kritik dan Saran........................................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... .... 12

 















BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Ruang kelas merupakan salah satu tempat dimana seorang guru memberikan pelajaran kepada peserta didiknya. Dalam proses pengajaran, kondisi yang nyaman dan menyenangkan akan sangat membantu tersampainya materi yang diajarkan guru kepada peserta didik. Kondisi yang seperti itu harus direncanakan dan diusahakan oleh guru secara sengaja, agar dapat dihindarkan dari kondisi yang merugikan atau merusak kenyamanan belajar.
Di dalam kelas segala aspek pembelajaran bertemu dan berproses, guru dengan segala kemampuannya, murid dengan segala latar belakang dan potensinya, kurikulum dengan segala komponennya, metode dengan segala pendekatannya, media dengan segala perangkatnya, materi serta sumber pelajaran dengan segala pokok bahasannya bertemu dan berinteraksi di dalam kelas. Oleh karena itu, selayaknya kelas dimanajemeni secara baik dan professional.
Dalam rangka mencapai tujuan pengajaran yang efektif dan efisien, maka kondisi yang menguntungkan di dalam kelas merupakan prasyarat bagi terjadinya proses belajar mengajar yang efektif.
Banyak sekali hal menarik yang terkandung dalam materi pengelolaan kelas, dan hal-hal inilah yang memotivasi kami untuk membahas lebih dalam tentang pengelolaan kelas sebagai judul makalah kami diluar dari tugas yang telah diberikan sebelumnya.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka akan muncul rumusan masalahnya sebagai berikut:
1.      Apa Pengertian Pengelolaan Kelas?
2.      Apa saja Jenis-Jenis Pengelolaan Kelas?
3.      Apa Tujuan Pengelolaan Kelas?
4.      Apa Saja Faktor yang mempengaruhi Pengelolaan Kelas?
5.      Bagaimana Mengelola Kelas yang Efektif?

C.    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisannya adalah sebagai berikut:
1.      Mengetahui Pengertian Pengelolaan Kelas
2.      Mengetahui Jenis-Jenis Pengelolaan Kelas
3.      Mengetahui Tujuan Pengelolaan Kelas
4.      Mengetahui Faktor yang mempengaruhi Pengelolaan Kelas
5.      Mengetahui Cara Mengelola Kelas dengan Efektif


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Pengelolaan Kelas
Pengelolaan merupakan terjemahan dari kata “managemen” asal kata dari Bahasa Inggris yang diindonesiakan menjadi “management” atau menejemen. Disebutkan bahwa manajemen adalah penyelenggarakan. Dilihat dari asal kata “manajemen” dapat disimpulkan bahwa Pengelolaan adalah penyelenggaraan atau pengurusan agar sesuatu yang dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien.[1]
Sebelum kita membicarakan definisi pengelolaan kelas terlebih dahulu kita perlu mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud dengan kelas. Definisi kelas dapat dilihat dari 2 arti yaitu:[2]
1.      Kelas dalam arti sempit yaitu ruangan yang dibatasi oleh empat dinding tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses pembelajaran. Kelas dalam pengertian tradisional mengandung sifat statis, karena sekedar menunjuk pengelompokkan siswa menurut tingkat perkembangannya yang antara lain didasarkan pada batas umur kronologisnya masing-masing.
2.      Kelas dalam arti luas adalah suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah yang sebagai kesatuan diorganisir menjadi unit kerja secara dinamis menyelenggarakan kegiatan-kegiatan belajar-mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan.
Ditinjau dari pengertian umum mengenai kelas yakni kelas adalah sekelompok siswa pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama.
Ø  Pengertian Pengelolaan kelas
Made Pidarta mengatakan, pengelolaan kelas adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problem dan situasi kelas. Ini berarti guru bertugas menciptakan, memperbaiki, dan memelihara sistem/organisasi kelas. Sehingga anak didik dapat memanfaatkan kemampuannya, bakatnya, dan energinya pada tugas-tugas individual. Sedangkan menurut Sudirman N. (1991 : 31), Pengelolaan kelas merupakan upaya dalam mendayagunakan potensi kelas. Karena itu kelas mempunyai peranan dan fungsi tertentu dalam menunjang keberhasilan proses interaksi edukatif. Maka agar memberikan dorongan dan ransangan terhadap anak didik untuk belajar, kelas harus dikelola sebaik-baiknya oleh guru.[3]
Jadi, pengelolaan kelas adalah suatu upaya untuk memberdayagunakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien.

B.     Jenis-Jenis Pengelolaan Kelas
Terdapat berbagai jenis kelas yang dapat diamati oleh guru, antara lain :[4]
1.      Kelas yang gaduh.
Guru harus menghabiskan banyak waktu untuk menguasai kelas yang gaduh. Kegaduhan tersebut diakibatkan oleh perilaku dan sikap peserta didik yang sulit untuk diberi intruksi dan diatur oleh guru. Peserta didik cinderung hyper aktif dan tidak disiplin. Selain itu aturan, petunjuk, dan teguran sering diabaikan, karena peserta didik menganggap hukuman yang diberikan oleh guru dianggap sepele.
2.      Kelas yang kondusif.
Kelas kondusif sangat berbeda dengan kelas yang gaduh. Kelas kondusif memiliki iklim yang positif bagi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Guru mampu menciptakan suasana dan kondisi belajar yang menyenangkan bagi peserta didik. Selain itu, model dan metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru pun bersifat atraktif dan mampu merangsang kreativitas peserta didik.
3.      Kelas yang tenang dan disiplin.
Guru yang terampil akan mampu menciptakan kelas yang tenang dan disiplin. Peserta didik patuh terhadap aturan yang ditetapkan oleh guru dikelas. Karena aturan tersebut telah disetujui oleh pesera didik untuk diterapkan di kelas. Pelanggaran yang dilakukan oleh peserta didik dicatat, diberikan sanksi, dan dievaluasi untuk mengetahui efektivitasnya.
4.      Kelas yang berlangsung secara alamiah.
Kelas yang alamiah beroperasi dengan sendirinya. Guru menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melaksanakan tugasnya sebagai pengajar. Peserta didik mampu mengikuti pelajaran dengan madiri tanpa pengawasan ketat yang dilakukan oleh guru. Peserta didik yang terlibat dalam proses belajar aktif untuk saling berinteraksi.

C.    Tujuan Pengelolaan Kelas
Menurut Ahmad Sabri, bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah sebagai berikut:[5]
  1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
  2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar mengajar.
  3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.
  4. Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.

D.    Faktor-faktor  yang mempengaruhi manajemen kelas
Keberhasilan Pengelolaan atau Manajemen kelas dalam memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran, dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:[6]
1.      Lingkungan fisik
Lingkungan fisik tempat belajar mempunya pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat minimal mendukung meningkatkanya intensitas proses pembelajaran dan mempunya pengaruh positif terhadap pencapainya tujuan pengajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:
a.       Ruangan tempat berlangsungnya Proses Belajar mengajar
Ruangan belajar harus memungkinkan semua peserta didik bergerak leluasa, tidak berdesak-desakan , dan saling mengganggu pada saat melaksanakan aktivitas belajar. Besarnya ruangan kelas tergantung pada jenis kegiatan dan jumlah peserta didik yang melakukan kegiatan, jika ruangan tersebut menggunakan hiasan, pakailah hiasan-hiasan yang mempunyai nilai pendidikan.
b.      Pengaturan Tempat Duduk
Dalam mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka, dengan demikian guru dapat mengontrol tingkah laku peserta didik. Pengaturan tempat  duduk akan mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar.
c.       Ventilasi dan Pengaturan Cahaya
Suhu, ventilasi dan penerangan adalah aset penting untuk terciptanya suasana belajar yang nyaman, oleh karena itu ventilasi harus cukup menjamin kesehatan peserta didik.
d.      Pengaturan  Penyimpanan Barang-barang
Barang-barang hendaknya disimpan pada tempat khusus yang mudah dicapai kalau segara diperlukan dan akan dipergunakan bagi kepentingan belajar. Barang-barang  yang karen nilai praktisnya tinggi dan dapat disimpan diruang kelas seperti buku buku pelajaran, pedoman kurikulum, kartu pribadi dan sebagainya, hendaknya ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu gerak kegiatan peserta didik.
2.    Kondisi sosio-Emosional
a.    Tipe Kempemimpinan
Peran guru dan tipe kempemimpinan guru akan mewarnai suasana emosional di dalam kelas. Apakah guru melaksanakan kepemimpinanya  dengan demokratis, otoriter, atau adaptif. Kesemuanya itu memberikan dampak kepada peserta didik.
b.    Sikap Guru
Sikap guru dalam menghadapi peserta didik yang melanggar peraturan sekolah hendaknya tetap sabar, dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku peserta didik akan dapat diperbaiki. Kalaupun guru terpaksa membenci, bencilahtingkah lakunya bukan membenci peserta didiknya. Terimalah peserta didik dengan hangat sehingga ia insyaf dengan kesalahanya. Berlakulah adil dalam bertindak. Ciptakan satu kondisi yang menyebabkan peserta didik sadar akan kesalahanya sehingga ada dorongan untuk memperbaiki kesalahanya.
c.    Suara Guru
Suara guru, walaupun bukan faktor yang besar, turut mempengaruhi dalam proses belajar mengajar. Suara yang melengking tinggi atau senantiasa tinggi atau malah terlalu rendah sehingga tidak terdengar oleh peserta didik akan mengakibatkan suasana gaduh, bisa jasdi membosankan sehingga pelajaran cenderung tidak diperhatikan. Suara hendaknya relatif  rendah tetapi cukup jelas dengan volume suara yang penuh dan kedengeranya rileks cenderung akan mendorong peserta didik untuk  memperhatiakan pelajaran, dan tekanan suara hendaknya bervariasi agar tidak membosankan peserta didik.
d.   Pembinaan Hubungan baik
Pembinaan hubungan baik (raport) antar guru dan peserta didik dalam masalah pengelolaan kelas adalah hal yang sangat penting.  Dengan terciptanya hubungan baik guru-peserta didik, diharapkan peserta didik senantias gembira, penuh gairah dan semangat, bersifat optimistik, realitas dalam kegiatan belajar yang sedang dilakukanya serta terbuka trhadap hal-hal yang ada pada dirinya.
3.    Kondisi Organisasional
secara umum faktor kondisi organisassional yang mempengaruhi pengelolaan kelas dibagi menjadi dua golongan yaitu:
a.    Faktor Internal Peserta Didik
Berhubungan dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku. Kepribadian peserta didik dengan ciri-ciri khasnya masing-masing , menyebabakan peserta didik berbeda dari peserta didik lainya secara individual. Perbedaan secara individual lihat dari segi aspek yaitu, perbedaan  biologis,  intelektual, dan psikologis.
b.    Faktor Eksternal  Peserta Didik
Berkaitan dengan masalah suasana lingkungan belajar, penempatan peserta didik, pengelompokan peserta didik, jumlah peserta didik, dan sebagainya. Masalah jumlah peserta didik dikelas akan mewarnai dinamika kelas. Semakin banyak jumlah peserta didik di kelas, akan cenderung lebih mudah munculnya konflik yang menyebabakan ketidaknyamanan, begitupun sebaliknya.

E.     Pengelolaan Kelas yang Efektif
Bila kelas diberikan batasan sebagai sekelompok orang yang belajar bersama yang mendapatkan pengajaran dari guru, maka didalamnya terdapat orang-orang yang melakukan kegiatan belajar dengan karakteristik mereka masing-masing yang berbeda dari yang satu dengan yang lainnya.
Perbedaan ini perlu guru pahami agar mudah dalam melakukan pengelolaan kelas secara efektif. Adapun pengelolaan kelas yang efektif adalah sebagai berikut:[7]
1)        Kelas adalah kelompok kerja yang diorganisasi untuk tujuan tertentu yang dilengkapi oleh tugas-tugas dan diarahkan guru.
2)        Dalam situasi kelas, guru bukan tutor untuk satu anak pada waktu tertentu, tetapi bagi semua anak atau kelompok.
3)        Kelompok mempunyai perilaku sendiri yang berbeda dengan perilaku-perilaku masing-masing individu dalam kelompok itu. Oleh karena itu maka kelompok-kelompok yang ada dikelas perlu mendapatkan perhatian.
4)        Kelompok kelas menyisipkan pengaruhnya kepada anggota-anggota. Pengaruh baik dapat dikembangkan, namun Pengaruh yang jelek dapat dibatasi oleh usaha guru dalam membimbing mereka dikelas dikala belajar.
5)        Praktik guru waktu belajar cenderung terpusat pada hubungan guru dan siswa. Makin meningkat ketrampilan guru mengelola kelas secara kelompok, makin puas murid-murid dikelas.
6)        Struktur kelompok belajar, pola komunikasi, dan kesatuan ditentukan oleh ketrampilan managerial guru dalam mengelola kelompok belajar yang ada dikelas
7)        Struktur kelompok belajar, pola komunikasi, dan kesatuan ditentukan oleh ketrampilan guru sebagai simbol pemersatu dikelas.


BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
1.    Pengelolaan kelas adalah suatu upaya untuk memberdayagunakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien.
2.    Terdapat berbagai jenis kelas yang dapat diamati oleh guru, antara lain :
                       a.              Kelas yang gaduh.
                       b.              Kelas yang kondusif.
                       c.              Kelas yang tenang dan disiplin.
                      d.              Kelas yang berlangsung secara alamiah.
3.    Tujuan pengelolaan kelas adalah sebagai berikut:
a.         Mewujudkan situasi dan kondisi kelas,
b.        Menghilangkan berbagai hambatan
c.         Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung
d.        Membina dan membimbing
4.      Faktor – faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas
a.       Lingkungan fisik
1)        Ruangan tempat berlangsungnya Proses Belajar mengajar
2)        Pengaturan Tempat Duduk
3)        Ventilasi dan Pengaturan Cahaya
4)        Pengaturan  Penyimpanan Barang-barang
b.      Kondisi sosio-Emosional
1)      Sikap Guru
2)      Suara Guru
3)      Pembinaan Hubungan baik
c.       Kondisi Organisasional
1)      Faktor Internal Peserta Didik
2)      Faktor Eksternal  Peserta Didik
5.    Pengelolaan kelas yang Efektif
a.       Kelas adalah kelompok kerja yang diorganisasi untuk tujuan tertentu yang dilengkapi oleh tugas-tugas dan diarahkan guru.
b.      Dalam situasi kelas, guru tutor untuk satu anak bagi semua anak atau kelompok.
c.       Kelompok mempunyai perilaku sendiri yang berbeda dengan perilaku-perilaku masing-masing individu dalam kelompok itu.
d.      Kelompok kelas menyisipkan pengaruhnya kepada anggota-anggota.
e.       Praktik guru waktu belajar cenderung terpusat pada hubungan guru dan siswa.
f.       Struktur kelompok belajar, pola komunikasi, dan kesatuan ditentukan oleh ketrampilan managerial guru dalam mengelola kelompok belajar yang ada dikelas
g.      Struktur kelompok belajar, pola komunikasi, dan kesatuan ditentukan oleh ketrampilan guru sebagai simbol pemersatu dikelas.

B.     Kritik dan Saran
a.    Kritik
Demikian makalah yang di buat penulis, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca dan khususnya bagi penulis. Apabila ada kritik yang ingin di sampaikan, silahkan sampaikan kepada penulis. Dan apabila  terdapat kesalahan mohon dapat mema'afkan dan memakluminya, karena sesungguhnya penulis adalah hamba Allah yang tak luput dari salah khilaf, Alfa dan lupa.
b.   Saran
Sebagai calon pendidik kirta harus bisa mengelola kelas dengan efektif. Dengan membaca makalah ini semoga kita bisa menjadikan acuan untuk bisa menjadi pendidik yang profesional.


DAFTAR PUSTAKA

Ø  Karwati Euis dan Juni Priansa Donni, 2014, Manajemen Kelas, Bandung: Alfabeta
Ø  Bahri Djamaroh Saiful, 2010, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif , Jakarta: PT. Rineka Cipta
Ø  Harsanto Radno, 2007,  Pengelolaan Kelas yang Dinamis ,Yogyakarta: Kanisius
Ø  Widyarani Diana, 2011, Skripsi: Pengaruh Pengelolaan Kelas Terhadap Pembelajaran Efektif  pada Mata Pelajaran IPS di SMP al- Mubarak Pondok Aren Tangerang Selatan, Jakarta: Program Sarjana UIN Syarif Hidayatullah
Ø  Muhamad Alfan, Konsep Dasar Pengelolaan Kelas (https: Wordpress, 2015)



[1] Muhamad Alfan, Konsep Dasar Pengelolaan Kelas (https: Wordpress, 2015) diunduh 21/02/2016 at 10.00 WIB
[2] Euis Karwati dan Donni Juni Priansa, Manajemen Kelas (Bandung: Alfabeta, 2014) hal 5-6
[3] Saiful Bahri Djamaroh, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2010) hal 172
[4] Euis Karwati, Manajemen Kelas..hal 6-7 bandingkan dengan Radno Harsanto, Pengelolaan Kelas yang Dinamis ( Yogyakarta: Kanisius, 2007) hal 40-42
[5] Diana Widyarani, Skripsi: Pengaruh Pengelolaan Kelas Terhadap Pembelajaran Efektif  pada Mata Pelajaran IPS di SMP al- Mubarak Pondok Aren Tangerang Selatan (Jakarta: Program Sarjana UIN Syarif Hidayatullah, 2011) hal 14
[6] Euis Karwati, Manajemen Kelas...hal 28-32
[7] Euis Karwati, Manajemen Kelas...hal 35