Kamis, 25 Februari 2016

metodologi penelitihan, Filsafat Ilmu, Logika ,



BAB I
PENDAHULUAN
A.         Latar Belakang
B.          Rumusan Masalah
Adapun dalam makalah ini penulis akan membahas tentang:
1.      Konsep dasar model pembelajarn kontekstual.
2.       
C.         Tujuan Masalah
ø  Untuk mengetahui pengertian dari filsafat ilmu.
ø  Untuk mengetahui pengertian dari logika.
ø  Untuk Mengetahui apa saja hubungan antara filsafat ilmu dengan logika.
ø  Untuk Mengetahui apa saja hubungan antara filsafat ilmu dengan metodologi penelitian.
ø  Untuk mengetahui apa saja hubungan antara filsafat ilmu, logika dan metodologi penelitian.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Filsafat Ilmu
B.     Logika
Secara singkat dapat dikatakan: logika adalah ilmu pengetahuan dan kecakapan berfikir lurus (tepat)
            Ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan tentang pokok yang tertentu. Kumpulan ini merupakan suatu kesatuan yang sistematis serta memberikan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Penjelasan seperti ini terjadi dengan menunjukkan sebab-musababnya.
Logika juga merupakan ilmu pengetahuan dalam arti ini. Lapangan ilmu pengetahuan ini ialah azas-azas yang menentukan pemikiran yang lurus, tepat dan sehat. Agar dapat berfikir lurus, tepat dan teratur, logika menyelidiki, merumuskan serta menerapkan hukum-hukum yang harus ditepati.
Dengan menerapkan hukum-hukum pemikiran yang lurus, tepat dan sehat, kita dimaksudkan ke dalam lapangan logika, sebagai suatu kecakapan. Hal ini menyatakan bahwa logika bukanlah teori belaka. Logika juga merupakan suatu keterampilan untuk menerapkan hukum-hukum pemikiran dalam praktek. Inilah sebabnya mengapa logika disebut filsafat yang praktis.
Berfikir adalah obyek material logika. Yang dimaksud dengan berfikir di sini ialah kegiatan pikiran, akal budi manusia. Dengan berfikir manusia ‘mengolah’ dan ‘mengerjakannya’ ia dapat memperoleh kebenaran. ‘Pengolahan’, ‘pengerjaan’ ini terjadi dengan mempertimbangkan, menguraikan, membandingkan serta menghubungkan pengertian yang satu dengan pengertian lainya. Karena itu objek materi logika bukanlah bahan-bahan kimia atau salah satu bahasa, misalnya.
Tetapi bukan berfikir yang diselidiki dalam logika. Dalam logika berpikir disandangkan dari sudut kelurusan, ketapatannya. Karena itu berpikir lurus, tepat, merupakan obyel formal logika. Kapan suatu pemikiran disebut lurus? Suatu pemikiran disebut lurus, tepat, apabila itu sesuai dengan hukum-hukum serta atur-aturan yang sudah ditetapkan dalam logika. Kalau peraturan-peraturan itu ditepati, dapatlah berbagai kesesatan atau kesesatan dihindarkan. Dengan demikian kebenaran juga dapat diperoleh dengan lebih mudah dan lebih aman. Semua ini menunjukkan bahwa logika merupakan suatu pegangan atau pedoman untuk pemikiran.
C.    Hubungan Filsafat Ilmu dan Logika
D.    Hubungan Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian
E.     Hubungan Filsafat Ilmu, Logika, dan Metodologi Penelitian








BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Kritik dan Saran
Dalam penulisan makalah ini masih terdapat beberapa kekurangan dan kesalahan, baik dari segi penulisan maupun dari segi penyusunan kalimatnya dan dari segi isi juga masih perlu ditambahkan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kepada para pembaca makalah ini agar dapat memberikan kritikan dan masukan yang bersifat membangun.


DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar