MAKALAH PENGELOLAAN KELAS
Disusun Oleh :
1.
Ana
Yuliatin
2.
Dwi
Susanti
3.
Nadhif
Intihayah
4.
Novi
Indah Rizkil K.
( SemesterIV
Pagi )
UNIVERSITAS
ISLAM DARUL’ULUM LAMONGAN
FAKULTAS
AGAMA ISLAM
PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM
2016
Kata Pengantar
Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulilah,puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas
berkat,hidayah,dan karunianya sehingga makalah tentang “Konsep dasar
Pengelolaan Kelas”dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Shalawat serta salam
semoga tetap tercurah Nabiullah Muhammad SAW.
Penyusunan makalah ini merupakan salah satu tugas dan
persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliahPengelolaan Kelas.Dalam penyusunan makalah ini penyusun mengucapkan
banyak terima kasih kepada Muchammad Suradji,M.Pd.I selaku dosen pengampu mata
kuliah Pengelolaan Kelas dan kepada
pihak-pihak yang memberikan motivasi dalam upaya penyelesaian makalah ini.
Namun demikian,dalam penyusunan makalah ini penyusun menyadari bahwa tidak
menutup kemungkinan dalam makalah ini masih terdapat kekurangan-kekuranganya,untuk
itu penyusun mengharapkan masukan dan saran bagi pihak-pihak yang mempelajari
makalah ini demi keberhasilan yang lebih baik lagi untuk waktu yang akan
datang. Karena penyusun menyadari bahwa segala kekurangan itu datangnya dari
kita sendiri sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan jika
terdapat kelebihan, semua itu tentu karena kehendak Allah SWT. Akhirnya penulis
berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi semua khususnya penyusun. Aamiin.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Lamongan , 21 Februari 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. LatarBelakang 1
B. RumusanMasalah 1
C. TujuanPenulisan ...................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Pengelolaan Kelas ................................................................. 3
B. Jenis – Jenis Pengelolaan Kelas 4
C. Tujuan Pengelolaan Kelas 5
D. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pengelolaan Kelas.......................... 6
E. Pengelolaan Kelas yang Efektif 8
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan................................................................................................ 10
B. Kritik dan Saran........................................................................................
11
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... .... 12
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Ruang kelas merupakan salah satu tempat dimana seorang guru
memberikan pelajaran kepada peserta didiknya. Dalam proses pengajaran, kondisi
yang nyaman dan menyenangkan akan sangat membantu tersampainya materi yang
diajarkan guru kepada peserta didik. Kondisi yang seperti itu harus
direncanakan dan diusahakan oleh guru secara sengaja, agar dapat dihindarkan
dari kondisi yang merugikan atau merusak kenyamanan belajar.
Di dalam kelas segala aspek pembelajaran bertemu dan berproses,
guru dengan segala kemampuannya, murid dengan segala latar belakang dan
potensinya, kurikulum dengan segala komponennya, metode dengan segala
pendekatannya, media dengan segala perangkatnya, materi serta sumber pelajaran
dengan segala pokok bahasannya bertemu dan berinteraksi di dalam kelas. Oleh
karena itu, selayaknya kelas dimanajemeni secara baik dan professional.
Dalam rangka mencapai tujuan pengajaran yang efektif dan
efisien, maka kondisi yang menguntungkan di dalam kelas merupakan prasyarat
bagi terjadinya proses belajar mengajar yang efektif.
Banyak sekali hal menarik yang terkandung dalam materi
pengelolaan kelas, dan hal-hal inilah yang memotivasi kami untuk membahas lebih
dalam tentang pengelolaan kelas sebagai judul makalah kami diluar dari tugas
yang telah diberikan sebelumnya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka akan muncul
rumusan masalahnya sebagai berikut:
1. Apa Pengertian Pengelolaan Kelas?
2. Apa saja Jenis-Jenis Pengelolaan Kelas?
3. Apa Tujuan Pengelolaan
Kelas?
4. Apa Saja Faktor yang
mempengaruhi Pengelolaan Kelas?
5. Bagaimana Mengelola
Kelas yang Efektif?
C.
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan
penulisannya adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui Pengertian Pengelolaan Kelas
2. Mengetahui Jenis-Jenis Pengelolaan Kelas
3. Mengetahui Tujuan Pengelolaan
Kelas
4. Mengetahui Faktor yang
mempengaruhi Pengelolaan Kelas
5. Mengetahui Cara Mengelola Kelas dengan Efektif
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Pengelolaan Kelas
Pengelolaan
merupakan terjemahan dari kata “managemen” asal kata dari Bahasa Inggris yang diindonesiakan
menjadi “management” atau menejemen. Disebutkan bahwa manajemen adalah
penyelenggarakan. Dilihat dari asal kata “manajemen” dapat disimpulkan bahwa Pengelolaan
adalah penyelenggaraan atau pengurusan agar sesuatu yang dikelola dapat
berjalan dengan lancar, efektif dan efisien.[1]
Sebelum kita
membicarakan definisi pengelolaan kelas terlebih dahulu kita perlu mengetahui
apa sebenarnya yang dimaksud dengan kelas. Definisi kelas dapat dilihat dari 2
arti yaitu:[2]
1.
Kelas dalam
arti sempit yaitu ruangan yang dibatasi oleh empat dinding tempat sejumlah
siswa berkumpul untuk mengikuti proses pembelajaran. Kelas dalam pengertian
tradisional mengandung sifat statis, karena sekedar menunjuk pengelompokkan
siswa menurut tingkat perkembangannya yang antara lain didasarkan pada batas
umur kronologisnya masing-masing.
2.
Kelas dalam
arti luas adalah suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat
sekolah yang sebagai kesatuan diorganisir menjadi unit kerja secara dinamis
menyelenggarakan kegiatan-kegiatan belajar-mengajar yang kreatif untuk mencapai
suatu tujuan.
Ditinjau dari pengertian
umum mengenai kelas yakni kelas adalah sekelompok siswa pada waktu yang sama
menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama.
Ø Pengertian Pengelolaan kelas
Made Pidarta mengatakan, pengelolaan
kelas adalah proses seleksi dan penggunaan alat-alat yang tepat terhadap
problem dan situasi kelas. Ini berarti guru bertugas menciptakan, memperbaiki,
dan memelihara sistem/organisasi kelas. Sehingga anak didik dapat memanfaatkan
kemampuannya, bakatnya, dan energinya pada tugas-tugas individual. Sedangkan menurut
Sudirman N. (1991 : 31), Pengelolaan kelas merupakan upaya dalam mendayagunakan potensi kelas.
Karena itu kelas mempunyai peranan dan fungsi tertentu dalam menunjang keberhasilan
proses interaksi edukatif. Maka agar memberikan dorongan dan ransangan terhadap
anak didik untuk belajar, kelas harus dikelola sebaik-baiknya oleh guru.[3]
Jadi, pengelolaan kelas adalah suatu
upaya untuk memberdayagunakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk
mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien.
B.
Jenis-Jenis Pengelolaan Kelas
Terdapat berbagai
jenis kelas yang dapat diamati oleh guru, antara lain :[4]
1. Kelas yang gaduh.
Guru harus menghabiskan banyak waktu untuk
menguasai kelas yang gaduh. Kegaduhan tersebut diakibatkan oleh perilaku dan
sikap peserta didik yang sulit untuk diberi intruksi dan diatur oleh guru.
Peserta didik cinderung hyper aktif
dan tidak disiplin. Selain itu aturan, petunjuk, dan teguran sering diabaikan,
karena peserta didik menganggap hukuman yang diberikan oleh guru dianggap
sepele.
2. Kelas yang kondusif.
Kelas kondusif sangat berbeda dengan kelas yang
gaduh. Kelas kondusif memiliki iklim yang positif bagi berlangsungnya kegiatan
belajar mengajar. Guru mampu menciptakan suasana dan kondisi belajar yang
menyenangkan bagi peserta didik. Selain itu, model dan metode pembelajaran yang
diterapkan oleh guru pun bersifat atraktif dan mampu merangsang kreativitas
peserta didik.
3. Kelas yang tenang dan disiplin.
Guru yang terampil akan mampu menciptakan kelas
yang tenang dan disiplin. Peserta didik patuh terhadap aturan yang ditetapkan
oleh guru dikelas. Karena aturan tersebut telah disetujui oleh pesera didik
untuk diterapkan di kelas. Pelanggaran yang dilakukan oleh peserta didik
dicatat, diberikan sanksi, dan dievaluasi untuk mengetahui efektivitasnya.
4. Kelas yang berlangsung secara alamiah.
Kelas yang alamiah beroperasi dengan sendirinya.
Guru menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melaksanakan tugasnya sebagai
pengajar. Peserta didik mampu mengikuti pelajaran dengan madiri tanpa
pengawasan ketat yang dilakukan oleh guru. Peserta didik yang terlibat dalam
proses belajar aktif untuk saling berinteraksi.
C. Tujuan Pengelolaan Kelas
Menurut Ahmad Sabri,
bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah sebagai berikut:[5]
- Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
- Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar mengajar.
- Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas.
- Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.
D.
Faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen kelas
Keberhasilan
Pengelolaan atau Manajemen kelas dalam memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran, dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:[6]
1.
Lingkungan fisik
Lingkungan
fisik tempat belajar mempunya pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran.
Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat minimal mendukung meningkatkanya
intensitas proses pembelajaran dan mempunya pengaruh positif terhadap
pencapainya tujuan pengajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:
a.
Ruangan tempat berlangsungnya
Proses Belajar mengajar
Ruangan belajar harus
memungkinkan semua peserta didik bergerak leluasa, tidak berdesak-desakan , dan
saling mengganggu pada saat melaksanakan aktivitas belajar. Besarnya ruangan
kelas tergantung pada jenis kegiatan dan jumlah peserta didik yang melakukan
kegiatan, jika ruangan tersebut menggunakan hiasan, pakailah hiasan-hiasan yang
mempunyai nilai pendidikan.
b.
Pengaturan Tempat Duduk
Dalam
mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka,
dengan demikian guru dapat mengontrol tingkah laku peserta didik. Pengaturan
tempat duduk akan mempengaruhi
kelancaran proses belajar mengajar.
c.
Ventilasi dan Pengaturan Cahaya
Suhu,
ventilasi dan penerangan adalah aset penting untuk terciptanya suasana belajar
yang nyaman, oleh karena itu ventilasi harus cukup menjamin kesehatan peserta
didik.
d.
Pengaturan Penyimpanan Barang-barang
Barang-barang
hendaknya disimpan pada tempat khusus yang mudah dicapai kalau segara
diperlukan dan akan dipergunakan bagi kepentingan belajar. Barang-barang yang karen nilai praktisnya tinggi dan dapat
disimpan diruang kelas seperti buku buku pelajaran, pedoman kurikulum, kartu
pribadi dan sebagainya, hendaknya ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak
mengganggu gerak kegiatan peserta didik.
2.
Kondisi sosio-Emosional
a.
Tipe Kempemimpinan
Peran
guru dan tipe kempemimpinan guru akan mewarnai suasana emosional di dalam
kelas. Apakah guru melaksanakan kepemimpinanya
dengan demokratis, otoriter, atau adaptif. Kesemuanya itu memberikan
dampak kepada peserta didik.
b.
Sikap Guru
Sikap
guru dalam menghadapi peserta didik yang melanggar peraturan sekolah hendaknya
tetap sabar, dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa tingkah laku
peserta didik akan dapat diperbaiki. Kalaupun guru terpaksa membenci,
bencilahtingkah lakunya bukan membenci peserta didiknya. Terimalah peserta
didik dengan hangat sehingga ia insyaf dengan kesalahanya. Berlakulah adil
dalam bertindak. Ciptakan satu kondisi yang menyebabkan peserta didik sadar
akan kesalahanya sehingga ada dorongan untuk memperbaiki kesalahanya.
c.
Suara Guru
Suara
guru, walaupun bukan faktor yang besar, turut mempengaruhi dalam proses belajar
mengajar. Suara yang melengking tinggi atau senantiasa tinggi atau malah
terlalu rendah sehingga tidak terdengar oleh peserta didik akan mengakibatkan
suasana gaduh, bisa jasdi membosankan sehingga pelajaran cenderung tidak
diperhatikan. Suara hendaknya relatif
rendah tetapi cukup jelas dengan volume suara yang penuh dan
kedengeranya rileks cenderung akan mendorong peserta didik untuk memperhatiakan pelajaran, dan tekanan suara
hendaknya bervariasi agar tidak membosankan peserta didik.
d.
Pembinaan Hubungan baik
Pembinaan
hubungan baik (raport) antar guru dan peserta didik dalam masalah pengelolaan
kelas adalah hal yang sangat penting.
Dengan terciptanya hubungan baik guru-peserta didik, diharapkan peserta
didik senantias gembira, penuh gairah dan semangat, bersifat optimistik,
realitas dalam kegiatan belajar yang sedang dilakukanya serta terbuka trhadap
hal-hal yang ada pada dirinya.
3. Kondisi Organisasional
secara
umum faktor kondisi organisassional yang mempengaruhi pengelolaan kelas dibagi
menjadi dua golongan yaitu:
a.
Faktor Internal Peserta Didik
Berhubungan
dengan masalah emosi, pikiran, dan perilaku. Kepribadian peserta didik dengan
ciri-ciri khasnya masing-masing , menyebabakan peserta didik berbeda dari
peserta didik lainya secara individual. Perbedaan secara individual lihat dari
segi aspek yaitu, perbedaan
biologis, intelektual, dan
psikologis.
b.
Faktor Eksternal Peserta Didik
Berkaitan dengan masalah suasana
lingkungan belajar, penempatan peserta didik, pengelompokan peserta didik,
jumlah peserta didik, dan sebagainya. Masalah jumlah peserta didik dikelas akan
mewarnai dinamika kelas. Semakin banyak jumlah peserta didik di kelas, akan
cenderung lebih mudah munculnya konflik yang menyebabakan ketidaknyamanan,
begitupun sebaliknya.
E. Pengelolaan Kelas yang Efektif
Bila kelas
diberikan batasan sebagai sekelompok orang yang belajar bersama yang
mendapatkan pengajaran dari guru, maka didalamnya terdapat orang-orang yang
melakukan kegiatan belajar dengan karakteristik mereka masing-masing yang
berbeda dari yang satu dengan yang lainnya.
Perbedaan
ini perlu guru pahami agar mudah dalam melakukan pengelolaan kelas secara
efektif. Adapun pengelolaan kelas yang
efektif adalah sebagai berikut:[7]
1)
Kelas
adalah kelompok kerja yang diorganisasi untuk tujuan tertentu yang dilengkapi
oleh tugas-tugas dan diarahkan guru.
2)
Dalam
situasi kelas, guru bukan tutor untuk satu anak pada waktu tertentu, tetapi
bagi semua anak atau kelompok.
3)
Kelompok
mempunyai perilaku sendiri yang berbeda dengan perilaku-perilaku masing-masing
individu dalam kelompok itu. Oleh
karena itu maka kelompok-kelompok yang ada dikelas perlu mendapatkan perhatian.
4)
Kelompok
kelas menyisipkan pengaruhnya kepada anggota-anggota. Pengaruh baik dapat dikembangkan, namun Pengaruh yang jelek dapat dibatasi oleh
usaha guru dalam membimbing mereka dikelas dikala belajar.
5)
Praktik
guru waktu belajar cenderung terpusat pada hubungan guru dan siswa. Makin
meningkat ketrampilan guru mengelola kelas secara kelompok, makin puas
murid-murid dikelas.
6)
Struktur
kelompok belajar, pola komunikasi, dan kesatuan ditentukan oleh ketrampilan managerial guru
dalam mengelola kelompok belajar yang ada dikelas
7)
Struktur
kelompok belajar, pola komunikasi, dan kesatuan ditentukan oleh ketrampilan guru sebagai
simbol pemersatu dikelas.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1. Pengelolaan kelas adalah suatu upaya untuk
memberdayagunakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung
proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan
efisien.
2. Terdapat berbagai jenis kelas yang dapat diamati
oleh guru, antara lain :
a.
Kelas yang
gaduh.
b.
Kelas yang
kondusif.
c.
Kelas yang
tenang dan disiplin.
d.
Kelas yang
berlangsung secara alamiah.
3. Tujuan pengelolaan kelas
adalah sebagai berikut:
a.
Mewujudkan
situasi dan kondisi kelas,
b.
Menghilangkan berbagai hambatan
c.
Menyediakan dan mengatur
fasilitas serta perabot belajar yang mendukung
d.
Membina dan membimbing
4.
Faktor –
faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas
a.
Lingkungan fisik
1)
Ruangan tempat berlangsungnya
Proses Belajar mengajar
2)
Pengaturan Tempat Duduk
3)
Ventilasi dan Pengaturan Cahaya
4)
Pengaturan Penyimpanan Barang-barang
b. Kondisi sosio-Emosional
1)
Sikap Guru
2)
Suara Guru
3) Pembinaan Hubungan baik
c.
Kondisi Organisasional
1)
Faktor Internal Peserta Didik
2)
Faktor Eksternal Peserta Didik
5. Pengelolaan kelas yang Efektif
a.
Kelas
adalah kelompok kerja yang diorganisasi untuk tujuan tertentu yang dilengkapi
oleh tugas-tugas dan diarahkan guru.
b.
Dalam
situasi kelas, guru tutor untuk satu anak bagi semua anak atau kelompok.
c.
Kelompok
mempunyai perilaku sendiri yang berbeda dengan perilaku-perilaku masing-masing
individu dalam kelompok itu.
d.
Kelompok
kelas menyisipkan pengaruhnya kepada anggota-anggota.
e.
Praktik
guru waktu belajar cenderung terpusat pada hubungan guru dan siswa.
f.
Struktur
kelompok belajar, pola komunikasi, dan kesatuan ditentukan oleh ketrampilan managerial guru
dalam mengelola kelompok belajar yang ada dikelas
g.
Struktur
kelompok belajar, pola komunikasi, dan kesatuan ditentukan oleh ketrampilan guru sebagai
simbol pemersatu dikelas.
B. Kritik dan Saran
a. Kritik
Demikian
makalah yang di buat penulis, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca dan khususnya bagi penulis. Apabila ada kritik
yang ingin di sampaikan, silahkan sampaikan kepada penulis. Dan apabila terdapat kesalahan mohon dapat mema'afkan dan
memakluminya, karena sesungguhnya
penulis adalah hamba Allah yang tak luput dari salah
khilaf, Alfa dan lupa.
b. Saran
Sebagai calon pendidik kirta harus bisa mengelola
kelas dengan efektif. Dengan membaca makalah ini semoga kita bisa menjadikan
acuan untuk bisa menjadi pendidik yang profesional.
DAFTAR PUSTAKA
Ø Karwati Euis dan
Juni Priansa Donni, 2014, Manajemen Kelas, Bandung: Alfabeta
Ø Bahri Djamaroh
Saiful, 2010, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif , Jakarta:
PT. Rineka Cipta
Ø Harsanto Radno,
2007, Pengelolaan Kelas yang Dinamis
,Yogyakarta: Kanisius
Ø Widyarani Diana,
2011, Skripsi: Pengaruh Pengelolaan Kelas Terhadap Pembelajaran Efektif pada Mata Pelajaran IPS di SMP al- Mubarak
Pondok Aren Tangerang Selatan, Jakarta: Program Sarjana UIN Syarif
Hidayatullah
Ø Muhamad Alfan, Konsep
Dasar Pengelolaan Kelas (https: Wordpress, 2015)
[1] Muhamad Alfan, Konsep
Dasar Pengelolaan Kelas (https: Wordpress, 2015) diunduh 21/02/2016 at
10.00 WIB
[3] Saiful Bahri Djamaroh, Guru
dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2010)
hal 172
[4] Euis Karwati, Manajemen
Kelas..hal 6-7 bandingkan dengan Radno Harsanto, Pengelolaan Kelas yang
Dinamis ( Yogyakarta: Kanisius, 2007) hal 40-42
[5] Diana Widyarani, Skripsi: Pengaruh Pengelolaan Kelas Terhadap
Pembelajaran Efektif pada Mata Pelajaran
IPS di SMP al- Mubarak Pondok Aren Tangerang Selatan (Jakarta: Program
Sarjana UIN Syarif Hidayatullah, 2011) hal 14
Tidak ada komentar:
Posting Komentar